Reputasi Alumni

Mustafa Abubakar

Mustafa Abubakar menjadi mahasiswa saat Program Studi masih bernama Jurusan Eksploitasi Perikanan dan lulus pada tahun 1977.  Pria kelahiran Pidie Propinsi Aceh ini semasa mahasiswa merupakan aktifis mahasiswa dan pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada tahun 1975-1976; dan berhasil menjadi mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1975.  Beliau mengawali karir selepas kuliah sebagai konsultan di beberapa instansi diantaranya adalah konsultan Bank Dunia pada Bank Rakyat Indonesia (1979-1985) dan konsultan Bank Dunia pada Bank Indonesia (1986-1989).  Beberapa jabatan di pemerintahan tingkat nasionalpun pernah diembannya yaitu (i) Inspektur Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan (1999-2006), Pejabat Gubernur Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (2005-2007), Direktur Utama Perum BULOG (2007-2009) dan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Indonesia Bersatu II pada tahun 2009-2011.  Kontribusinya masih tetap diperlukan dengan diangkatnya menjadi Komisaris Utama Bank Bukopin untuk periode 2018-2023.

Kecintaannya akan pendidikan dan haus akan pengembangan ilmu mendorong Mustafa menapaki pendidikan sampai jenjang terakhir, mulai sarajana, magister dan doktor.  Semua ditempuhnya di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK IPB.

Sumber: diambil dari berbagai sumber

 

Ari Purbayanto

Pakar Teknologi Penangkapan Ikan Indonesia ini merupakan salah satu alumni Departemen PSP yang berkarir sebagai dosen. Dalam upaya memperkuat keilmuannya, Ari melanjutkan studi pasca sarjana di Tokyo University of Fisheries Jepang dan lulus pada tahun 1997 (Master) dan 2000 (Doctor).  Kiprahnya dalam keilmuan tidak diragukan lagi.  Berbagai penelitian yang memberikan kontribusi pada perkembangan perikanan Indonesia telah dilakukannya. Penelitian penelitian tersebut terkait Behavior-physiological studies, pengembangan teknologi penangkapan ikan, dan kebijakan pengelolaan perikanan tangkap di Indonesia.  Kepakaran beliau tidak diragukan lagi.  Hal ini terlihat dari 321 judul tulisannya yang tersebar di jurnal nasional maupun internasional. Puncak karir sebagai akademisi diraihnya pada usia 40 tahun dengan diangkatnya menjadi Guru Besar Tetap Institut Pertanian Bogor pada bidang Pemanfaatan Sumberdaya Ikan.

Disamping sebagai akademisi, Ari juga pernah berkiprah sebagai diplomat.  Beliau menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) yang ditugaskan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 47991/A4.4/KP/2014 tanggal 7 Mei 2014 dan Surat Keputusan Menteri Luar Negeri Nomor: 04451/B/KP/VI/2014 tanggal 27 Juni 2014, tentang Penetapan Atase Pendidikan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia.  Beliau mengakhiri karirnya sebagai diplomat pada tahun 2018. Di akhir masa jabatannya beliau mendapat penghargaan Hasan Wirayuda Perlindungan WNI tahun 2018 kategori Staf Perwakilan RI dari Kementerian Luar Negeri RI.  Setelah itu, beliau kembali bertugas sebagai staf pengajar di almamaternya Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB.

Sumber: diambil dari berbagai sumber