Program Studi Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Menuju Akreditasi Internasional ASIIN

Program studi Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap merupakan program studi di Institut Pertanian Bogor dengan mandat keilmuan: pengembangan ilmu dan teknologi perikanan tangkap yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi: alat tangkap, teknologi eksploitasi sumberdaya perikanan, kapal dan transportasi perikanan, kebijakan perikanan tangkap, manajemen perikanan tangkap, dan manajemen pelabuhan perikanan. Program Studi TMPL telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan nilai A SK BAN PT No. 1101/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2018.

Dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan di PS TMPT sesuai dengan kebutuhan akan pendidikan berbasis pada output (outcomes based education) dan dapat terekognasi secara internasional, Program studi TMPT merencanakan untuk mengajukan akreditasi internasional sejak tahun tahun 2018.

Langkah awal menuju Akreditasi Internasional ASIIN adalah kegiatan sharing experiences akreditasi internasional ASIIN yang bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh staf pengajar Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Penyamaan presepsi ini diperlukan untuk mempermudah dalam proses menuju akreditasi internasional.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. rer. nat. Wiwin Windupranata dengan tema sharing experiences akreditasi internasional dan Dr. Irwan Gumilar dengan tema tips dan trik menuju Akreditasi ASIIN. Kedua narasumber berasal dari Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung. Kegiatan Sharing Experiences dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Desember 2018 di Hotel The Sahira. Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut di Program Studi TMPL setelah ditetapkan oleh IPB untuk dapat terakreditasi internasional ASIIN. Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat dan memperlancar PS TMPL menuju akreditasi internasional ASIIN 2020. (Riyanto,13/12/2018)

Kemenlu Beri Penghargaan Tokoh dan Organisasi Pemberi Perlindungan WNI

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI kembali menggelar malam penganugerahan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI atau HPWA.

HPWA merupakan apreasiasi yang diberikan Kemenlu terhadap individu, kelompok atau organisasi yang berkontribusi terhadap perlindungan WNI di luar negeri.

Tahun ini Kemenlu memberikan penghargaan kepada 19 individu dan kelompok. Penghargaan diberikan untuk 7 kategori yaitu:

  • Pemerintah Daerah
  • Jurnalis dan media
  • Mitra kerja perwakilan RI
  • Masyarakat madani
  • Staf perwakilan RI di luar negeri
  • Mitra kerja Kemlu RI
  • Kepala perwakilan RI

Dalam sambutannya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa upaya perlindungan WNI adalah kerja yang berat apabila dilakukan sendiri oleh Kemlu.

“Perlindungan WNI adalah amanat UUD yang tak mudah jika dilakukan sendiri. Oleh karena itu, pelibatan semua pihak secara inklusif adalah keniscayaan,” kata Retno di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Menlu Retno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut andil dalam upaya perlindungan WNI, yaitu media, masyarakat madani, dan mitra kerja Kemlu RI.

Selama periode 2015-2018 Pemerintah Indonesia telah menangani 73.180 kasus WNI di luar negeri.

Selama 4 tahun tersebut terjadi peningkatan penyelesaian kasus dari 64% pada 2015 menjadi 82% sampai November 2018.

Ini merupkan keempat kalinya HWPA diselenggarakan sejak dibentuk pada 2015. Nama penghargaan diambil dari nama Menteri Luar Negeri ke-15 Indonesia Nur Hassan Wirajuda untuk menghormati jasanya sebagai peletak dasar upaya perlindungan WNI di luar negeri.

Menlu yang menjabat pada periode 2001-2009 itu adalah pemrakarsa pembentukan direktorat baru yang khusus mengkoordinasikan penanganan perlindungan WNI pada tahun 2002.

Hassan Wirajuda juga memperkenalkan konsep citizen service pada 2006 di 16 perwakilan RI di luar negeri.

Untuk kategori staf perwakilan RI di luar negeri, penghargaan ini diberikan kepada atase pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof. Ari Purbayanto, yang juga merupakan guru besar di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Berikut daftar lengkap penerima penghargaan HWPA 2018:

  • Kategori kepala perwakilan RI: Kepala Perwakilan RI Ankara, Duta Besar Wardana
  • Kategori staf perwakilan RI di luar negeri: Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Ari Purbayanto; Staf Lokal KBRI Bandar Seri Begawan, Dona Maiyerti; dan Staf Lokal KBRI Baghdad di Erbil, Kurdistan, Aram Rasheed Abdullah.
  • Kategori mitra kerja Perwakilan RI: Konsul Kehormatan RI di Montevideo, Uruguay, Nicolas Potrie; Pengacara KBRI Riyadh di Dammam, Arab Saudi, Meshal Mohammed Al-Hussain Al-Shareef; Pengacara KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Gooi & Azura Law Firm.
  • Kategori mitra kerja Kemlu RI: Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kemenkumham; Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI; dan Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kepolisian Daerah NTB.
  • Kategori masyarakat madani Indonesia: Pengacara/Diaspora Indonesia di Amerika Serikat, Haroen Calehr; Forum Silahturami Pelaut Indonesia (Fospi); dan WNI di Aden, Yaman, Alwi Alkaff, yang secara mandiri melakukan evakuasi WNI.
  • Kategori Pemerintah Daerah: Kabupaten Purwakarta dan Desa Letmafo
  • Kategori jurnalis dan media: Dieqy Hasbi Widhana (Tirto.id), Kris Razianto Mada (Harian Kompas), dan Radio Elshinta.

Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, MSc. mendapat ‘Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award’ 2018

 

 

Sumber berita :

http://kabar24.bisnis.com/read/20181207/19/867451/kemenlu-beri-penghargaan-tokoh-dan-organisasi-pemberi-perlindungan-wni#.XAsPPxPZg-I.whatsapp

1 2 3 4 5 24