Department of Marine Fisheries

Marine Fisheries for Present and Future Generation

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
x
Home Calon Wisudawan Wong Fei Hung (Muslim)

Wong Fei Hung (Muslim)

Email Cetak PDF
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) 1847 - 1924

 

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun
siapakah sebenarnya Wong Fei Hung ?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China . Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs311.snc3/28222_1188903342400_1822838885_368880_4251982_n.jpg


Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan , namanya ialah Faisal Hussein Wong. Dengan 'Wong' sebagai nama marga-nya.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po
Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari
Sepuluh Macan Kwantung . Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

 


Kombinasi antara Ilmu Pengetahuan, ilmu pengobatan tradisional, dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil
mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil
menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan
hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs291.snc3/28222_1188904502429_1822838885_368882_1672523_n.jpg


Tak ada salahnya kita, generasi muslim yang hidup setelahnya, meneladani segala kebaikannya.. ^_^

wallahua`lam bishowab.

NB : Sempat ada kabar beberapa keturunannya hijrah ke Indonesia yang kemungkinan ikut serta pada gelombang besar hijrah orang-orang Tangleng periode ke dua (sekitar tahun 30-40an).

Kita dapat menemukan saat ini seorang yang adalah keturunan Wong Fei Hung langsung (itungannya cicit apa cucut kurang tahu..?).Dulu tinggal di Batu Malang Jawa Timur,Berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif ala Tiongkok, bernam Putri Wong Kam Fu, Suaminya Bapak Mohammad Mustar juga berprofesi sebagai Instruktur Bela Diri (sumber majalah Femina lupa terbitan berapa >_<).

Sumber :
http://dhanika.wordpress.com/2009/09/27/wong-fei-hong-faisal-hussein-wong-adalah-muslim-ulama/
http://en.wikipedia/ .org/wiki/ Wong_Fei_ Hung
http://www.wongfeih/ ung.com/
http://www.abdurroh/ im.web.id/ index.p.. ..rah&Itemid= 170
http://majalahummat/ ie.wordpress. com/…eorang- muslim/
www.wirahma.com
www.yumihouse.com

 

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 26 Juni 2012 14:10 )  

Comments  

 
0 #2 elzatta katalog 2014-09-19 10:14
My spouse and I stumbled over here coming from a different web page and thought I might check things out.
I like what I see so now i am following you. Look forward to going over your web page repeatedly.
Quote | Report to administrator
 
 
0 #1 Gigih Budiarto 2012-02-13 13:34
Assalamu'alaikum Mr Wong...
Quote | Report to administrator
 

Add comment


Security code
Refresh